Ads Here

Thursday, September 16, 2021

TNI sebut KNPB Tak Inginkan Adanya Pembangunan di Papua

 

Kartu Mu - Aksi baku tembak antara aparat TNI/Polri rombongan Danrem 181/PVT Brigjen TNI Indra Heri dan tim Yonif Raider 762 dengan anggota KKB pada 5 September 2021. (Dokumentasi Istimewa)


Sejumlah personel TNI mengaku berhasil menguasai markas Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Papua. Markas tersebut disebut-sebut akan dijadikan tempat KNPB merencanakan penyerangan, termasuk di Posko Koramil Kisor pada Minggu (5/9/2021).


Sejumlah personel TNI AD kemudian juga berpatroli di Kabupaten Maybrat dan menemukan jembatan yang sengaja dirusak.


"Satu tim kemudian dikerahkan dan melakukan pengejaran (terhadap) KNPB," kata Kepala Dinas Penerangan Kodam VIII Kasuari, Kolonel Artileri Hendra Pesireron, dalam keterangan pers melalui video, Rabu (8/9/2021).


Personel TNI menemukan anggota KNPB membawa senjata dan dikejar. Dari pengejaran itu, TNI berhasil menangkap satu orang yang terlibat penyerangan di Pos Kisor Ramil.


Dikatakannya, situasi di Kabupaten Maybrat sudah mulai kondusif. Namun, beberapa warga enggan untuk kembali ke rumah mereka.


“Mereka tidak berani kembali ke kampung karena diancam oleh KNPB bila kembali ke kampung maka mereka akan dibunuh,” ujarnya lagi.


Personel TNI AD dan Polri berusaha meyakinkan warga untuk pulang karena keselamatan mereka akan terjamin. Lalu, benarkah telah terjadi baku tembak antara anggota TNI AD dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Maybrat?


KNPB bantah terlibat penyerangan di Pos Koramil Kisor


Dalam keterangan videonya, Hendra tidak menyebut pelaku penyerangan di Posko Koramil Kisor adalah KNPB. Namun, pernyataan itu datang dari Kapolsek Sorong Selatan, AKBP Choiruddin Wachid.


Juru Bicara KNPB Pusat, Ones Suhuniap, membantah keterlibatan pihaknya dalam penyerangan yang menewaskan empat prajurit TNI itu. KNPB mengimbau agar Choiruddin segera meralat pernyataan tersebut.


"Pernyataan Kapolres Sorong Selatan menuduh KNPB terlibat dalam penyerangan terhadap empat TNI di Kisor tidak benar," kata Ones dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 September 2021.


Sementara itu, Hendra menyampaikan motif Posko Kisor Koramil diserang karena pelaku gerah dengan kehadiran TNI. Apalagi kehadiran prajurit TNI di sana disambut baik oleh warga sekitar.


"Mereka gerah dengan kehadiran TNI," kata Hendra.


Terjadi baku tembak antara Danrem dengan KKB, tidak ada yang terluka


Hendra membenarkan telah terjadi baku tembak antara anggota TNI/Polri dari kelompok Danrem 181/PVT pimpinan Brigjen Indra Heri dan tim Yonif Raider 762 dengan anggota KKB pada 5 September 2021. Jumlah pasukan Raider 762 mencapai 44 personil.


Berdasarkan informasi dari TNI AD, baku tembak bermula saat Pasukan 762 Raider sedang menuju Posko Desa Kamat, Distrik Aifat Timur. Menurut Hendra, tidak ada anggota TNI-Polri yang terluka.


"Semua (anggota di rombongan) aman, kembali dengan selamat," katanya.


TNI mengatakan KNPB tidak menginginkan pembangunan di Papua


Dalam keterangan videonya, Hendra menjelaskan bahwa KNPB tidak menginginkan adanya pembangunan di kampung-kampung yang dihuni warga. Menurut dia, KNPB juga mengancam warga agar tidak ada kemajuan di Papua.


"Salah satunya dengan mengancam keselamatan warga. Mereka merusak pembangunan yang ada di kampung. Terbukti mereka merusak jembatan yang bukan dibangun oleh mereka," kata Hendra.


Ditambahkannya, KNPB juga mengancam warga untuk ikut merusak beberapa fasilitas di kampung tersebut. Bahkan, kata Hendra, KNPB juga mengancam generasi muda Papua untuk tidak melanjutkan pendidikan tinggi.


Tujuannya agar generasi muda Papua semakin terbelakang dan tidak mengenyam pendidikan.


"Ideologi mereka memang seperti kolonial, mereka hanya menghasut, mengancam, meneror dan menghambat pembangunan," katanya.

No comments:

Post a Comment