Ads Here

Wednesday, August 4, 2021

Dinkes DKI Ungkap Ada 1.172 Klaster Mudik Lebaran di Jakarta

 

Ilustrasi, sumber foto: Antara Photo /Reno Esnir


KARTU MUKepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia menjelaskan perkembangan jumlah klaster di Jakarta. Dia mengungkapkan ada 1.172 klaster mudik Lebaran, 21 Mei hingga 17 Juni 2021, di Jakarta dengan total 2.458 kasus positif.


Di sisi lain, jumlah kasus COVID-19 dari klaster perkantoran dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan, dari 64 kasus menjadi 227 kasus. Artinya ada penambahan 163 kasus baru.


“Kami juga menyarankan warga mengurangi mobilitas, keluar rumah jika benar-benar penting, untuk sama-sama mencegah kenaikan kasus ke depannya,” kata Dwi dalam keterangannya, Kamis (17/6/2021).


Ada 4.144 kasus baru di DKI Jakarta hari ini


Hari ini, Dinas Kesehatan DKI mencatat ada 4.144 kasus baru COVID-19 dalam waktu 24 jam di Jakarta. Dengan demikian, total kasus positif virus corona di DKI mencapai 458.815 kasus.


Ini bukan pertama kalinya kasus harian yang menembus hingga empat ribu, katanya. Angka ini mendekati angka tertinggi yang pernah terlihat pada 7 Februari 2021.


"Jika kita kilas balik, kasus hari ini mendekati angka tertinggi yang pernah terjadi pada 7 Februari 2021, yang mana mencapai 4.213 kasus dalam sehari," katanya.


Dwi mengungkapkan, dari total kasus COVID-19 di Jakarta, sebanyak 428.487 orang dinyatakan sembuh. Sementara itu, sebanyak 7.717 orang meninggal dunia.



Ada 33 kasus mutasi varian COVID-19 yang ditemukan di Jakarta


Dwi juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap mutasi virus baru. DKI Jakarta, katanya, secara aktif memeriksa sampel whole genome sequencing (WGS).


Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah mengirimkan total 980 sampel suspek mutasi virus corona. Dari jumlah tersebut, 289 dinyatakan bukan merupakan Variant of Concern (VOC), 33 adalah VoC, 438 masih menunggu hasil, 216 dinyatakan negatif COVID-19, tiga hasil WGS tidak dapat dianalisis, dan satu tidak valid.


“Kami sudah menerima data 33 VoC dari Kemenkes. Dari data tersebut, kami identifikasi bahwa 25 kasus berasal dari orang yang habis perjalanan luar negeri, tiga kasus transmisi lokal di luar Jakarta karena bukan domisili Jakarta, hanya saja melakukan pemeriksaan di Jakarta. Lalu, ada lima kasus yang transmisi lokal di Jakarta dan kelimanya varian Delta. Adapun rincian 33 VoC tersebut, yakni 12 varian Alpha (B.117), tiga varian Beta (B.1.351), 18 varian Delta (B.1617.2),” ujarnya.


Tren kasus COVID-19 pada anak semakin meningkat


Dwi juga menjelaskan, tren kasus aktif COVID-19 pada anak di bawah usia 18 tahun semakin meningkat. Dari 4.144 kasus positif hari ini, 661 kasus (16 persen) adalah anak usia 0-18 tahun, sebanyak 144 kasus di antaranya balita.


“Untuk itu, kami mengingatkan warga untuk menghindari keluar rumah membawa anak-anak,” ujarnya.

No comments:

Post a Comment